Translate

Senin, 07 Mei 2012

KAYA DENGAN BERBISNIS CACING

Menurut sebagian orang cacing adalah hewan yang menjijikkan. Namun siapa sangka dari hewan yang menjijikkan ini seseorang bisa mendapatkan uang miliaran rupiah. Tidak percaya? Inilah kisah nyata yang dialami oleh Ranny Zarman pemilik PT Vermindo International, yang tiap bulannya ia bisa mendapatkan omzet sekitar 1 miliar lebih dari obat yang diproduksinya.
   
Pada awalnya ia hanya berniat menjadi peternak cacing, namun hal itu justru menghantarkannya pada usaha produksi obat tradisional/alami yang berbahan dasar cacing. Ia memulai usahanya pada tahun 1997. Sebelumnya dia adalah seorang sekretaris pejabat tahun 1995.

Awal usahanya ia membeli 5 kg cacing dari salah seorang temannya di Cibinong, Jawa Barat dengan harga 200 ribu/kg. Sejak itu sedikit demi sedikit ia pun membangun usaha ternak. Di tengah usahanya itu ia terkena penyakit tipus. Dan dengan minum dua kali minum serbuk cacing yang ia buat sendiri tipusnya reda. Sejak saat itu banyak orang sakit, baik dari kalangan keluarga maupun tetangganya meminta serbuk cacing kepadanya. Melihat banyaknya permintaan untuk obat penyakit tipus, Ranny tertarik untuk serius menekuni usaha produksi obat tradisional dari cacing pada tahun 1997.

Dengan modal sekitar 11 juta, ia membeli cacing sebanyak 1 juta, botol untuk mengemas obat, kapsul kosong serta pengurusan beberapa surat izin usaha. Pada awalnya ia hanya memproduksi Vermint sebanyak 30 botol/isi 30 kapsul perbulan secara maklon. Melihat usahanya yang berkembang pada tahun 2000 ia membuat pabrik sendiri dengan skala home industry.

Obat berbahan dasar cacing dengan merek Vermint tersebut ia jual dengan 2 ukuran, yaitu ukuran botol besar isi 30 kapsul seharga 38 ribu/botol dan botol kecil isi 10 kapsul harga 17 ribu/botol. Keunggulan Vermint yaitu murni berasal dari cacing saja dan tidak ada efek samping sama sekali dalam mengkonsumsinya. Bisa dikonsumsi anak mulai usia 4 bulan, ibu hamil dan menyusui. Jenis cacing yang digunakannya adalah jenis Lumbricus Rubellus yang bermanfaat untuk menyembuhkan asma, batuk, diabetes, migrain, rematik, tekanan darah tinggi, darah rendah, melancarkan peredaran darah, menurunkan demam, meredakan sakit kepala, penawar racun, menghaluskan dan melembabkn kulit, penyubur rambut, luka pada kulit yang parah/borok, gondongan, radang otak, batu ginjal, diare, knker, liver, stroke dan masih banyak lagi. Tetapi yang paling dikenal orang adalah sebagai obat penyakit tipus.

Dalam sebulan Ranny bisa memproduksi Vermint sebanyak 60 ribu botol besar dan 60 ribu botol kecil. Ia mendatangkan 1,2 ton cacing dari Lembang dan Pangalengan Bandung tiap bulan. Untuk 1 kg cacing yang diolah bisa menjadi 2000 kapsul. Dan untuk pemasaran ketika ia baru terjun ia menawarkan obat tersebut pada rekan-rekannya. Selanjutnya merekalah yang memasok ke apotek-apotek dan took obat. Kini produk Vermint dipasarkan oleh sekitar 50-60 distributor yang tersebar di Jakarta, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Bali, Medan dan Kalimantan.

Asumsi pendapatan Vermint perbulan yaitu : modal awal Rp. 11.000.000, bahan baku Rp.242.400.000, biaya operasional Rp. 765.600.000. dan omzet yang ia peroleh sekitar Rp. 1.680.000.000 sedangkan keuntungannya adalah 40% dari omzet yaitu 672.000.000.
Bagaimana? Menjanjikan bukan? Bagi anda yang tertarik untuk menjadi distributor atau agen anda bisa langsung menghubungi PT Vermindo Internasional yang beralamatkan di Jl. Kemandoran No. 55 Pekayon Jaya Bekasi Selatan Jawa Barat. Telp. (021) 8225230. Selamat mencoba dan semoga berhasil.


0 komentar:

Posting Komentar

fahry
M.Adnan Fahri. Diberdayakan oleh Blogger.